"mencari topeng kesana kemari"
Sejenak gaduh pun senyap, sudah basi mungkin orang memhina batu. Sudah kehabisan kata-kata, bisa jadi begitu. Batu... batu... matanya masih aja ke atas menatap jauh keatas ke celah-celah dedaunan, berharap bisa melihat sang burung. hmm... hanya suara dan aroma kotorannya saja yang baru bisa dinikmati sang batu.
"hohoho... batu... batu... masih saja sendiri... masih saja merasa sendiri... ada kami... ingat ada kami..." pohon, rumput dan belalang menyentak keheningan sang batu.
"oh... kalian... terima kasih...". "kenapa batu... kenapa hanya diam dan menatap keatas...", "aku batu... aku hanya batu". "ingat ada kami... ada kami... dan yang terpenting ada cinta batu...". "cinta batu...".
Batu yang murung pun kembali tersenyum mendengar candaan dan gurauan para sahabatnya, rumput pohon dan belalang. pohon yang kuat dan tinggi sekali, rumput yang ulet dan panjang, dan belalang yang lincah bergerak kesana kemari.
rumput "manfaatkan saja aku, buatlah tali yang panjang dan panjatlah aku".
belalang "hahaha... naik saja kepunggungku akan kubawa dirimu sampai ke atas sana... loncatanku paling tinggi di hutan ini"
"panjat saja aku, kulitku yang keriput mudah untuk didaki..." pohon pun menawarkan bantuannya.
"lama sobat... kapan aku bisa sampai atas sana... lagi pula tenagaku tak seberapa... aku tak yakin bisa...".
pohon "bukan kah dia pujaan mu... bukan kami... atau lainnya yang bisa membawa mu kesampingnya... tapi... cinta batu".
Rumput mulai mengikat dirinya ke atas pohon, namun apa daya batu terlalu berat untuk di angkat, batupun jatuh lagi jatuh lagi ketanah. Belalang tanpa pikir panjang langsung menawarkan punggungnya, hap... hap... sekali loncat batu sudah mencapai dahan pertama. hap... hap... "hah... heh... hoh... maap batu aku hanya bisa mengantarmu sampai disini". Beruntung sekali batu punya teman yang baik seperti mereka. Melihat semangat teman-temannya, batu tak sungkan lagi menerima bantuan dari mereka. "terima kasih teman, semangatku membara". Batupun mulai beranjak naik keatas pohon.
"masih jauh... tapi aku harus tetap semangat... demi teman-temanku... demi cintaku..."
Sejenak gaduh pun senyap, sudah basi mungkin orang memhina batu. Sudah kehabisan kata-kata, bisa jadi begitu. Batu... batu... matanya masih aja ke atas menatap jauh keatas ke celah-celah dedaunan, berharap bisa melihat sang burung. hmm... hanya suara dan aroma kotorannya saja yang baru bisa dinikmati sang batu.
"hohoho... batu... batu... masih saja sendiri... masih saja merasa sendiri... ada kami... ingat ada kami..." pohon, rumput dan belalang menyentak keheningan sang batu.
"oh... kalian... terima kasih...". "kenapa batu... kenapa hanya diam dan menatap keatas...", "aku batu... aku hanya batu". "ingat ada kami... ada kami... dan yang terpenting ada cinta batu...". "cinta batu...".
Batu yang murung pun kembali tersenyum mendengar candaan dan gurauan para sahabatnya, rumput pohon dan belalang. pohon yang kuat dan tinggi sekali, rumput yang ulet dan panjang, dan belalang yang lincah bergerak kesana kemari.
rumput "manfaatkan saja aku, buatlah tali yang panjang dan panjatlah aku".
belalang "hahaha... naik saja kepunggungku akan kubawa dirimu sampai ke atas sana... loncatanku paling tinggi di hutan ini"
"panjat saja aku, kulitku yang keriput mudah untuk didaki..." pohon pun menawarkan bantuannya.
"lama sobat... kapan aku bisa sampai atas sana... lagi pula tenagaku tak seberapa... aku tak yakin bisa...".
pohon "bukan kah dia pujaan mu... bukan kami... atau lainnya yang bisa membawa mu kesampingnya... tapi... cinta batu".
Rumput mulai mengikat dirinya ke atas pohon, namun apa daya batu terlalu berat untuk di angkat, batupun jatuh lagi jatuh lagi ketanah. Belalang tanpa pikir panjang langsung menawarkan punggungnya, hap... hap... sekali loncat batu sudah mencapai dahan pertama. hap... hap... "hah... heh... hoh... maap batu aku hanya bisa mengantarmu sampai disini". Beruntung sekali batu punya teman yang baik seperti mereka. Melihat semangat teman-temannya, batu tak sungkan lagi menerima bantuan dari mereka. "terima kasih teman, semangatku membara". Batupun mulai beranjak naik keatas pohon.
"masih jauh... tapi aku harus tetap semangat... demi teman-temanku... demi cintaku..."